Mengapa Rut berkenan kepada Allah
Hari Selasa yang lalu ada pembacaan Firman di doa pagi, dan kebetulan jatuh di Rut 1 dan 2.
Dalam cerita 4 pasal yang singkat dari Rut, kita menemukan bahwa sebenarnya Rut adalah perempuan Moab yang mengalami penderitaan bersama dengan ibu mertuanya Naomi dan saudara iparnya Orpa. Tapi sepanjang kisah tersebut, kita melihat bagaimana kesetiaan Rut terhadap Naomi sekalipun dalam penderitaan, sampai akhirnya menerima sukacita besar pada akhir cerita dengan menjadi istri Boas. Yang sangat menarik adalah pada akhirnya nama Rut juga muncul dalam silsilah Yesus.
Saat membahas berkat dari Firman Tuhan ini, saya ingat ayat di 1 Timotius 5:3-4
(3) Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda.
(4) Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.
[versi Bahasa Indonesia Terjemahan Baru ]
(3) Hormatilah janda-janda yang benar-benar hidup seorang diri.
(4) Tetapi kalau seorang janda mempunyai anak-anak atau cucu-cucu, mereka itulah yang pertama-tama harus diberi pengertian bahwa mereka wajib memperhatikan kaum keluarga mereka, dan membalas budi orang tua dan nenek mereka. Sebab hal itulah menyenangkan hati Allah.
[versi Bahasa Indonesia Sehari-hari ]
(3) [Always] treat with great consideration and give aid to those who are truly widowed (solitary and without support).
(4) But if a widow has children or grandchildren, see to it that these are first made to understand that it is their religious duty [to defray their natural obligation to those] at home, and make return to their parents or grandparents [for all their care by contributing to their maintenance], for this is acceptable in the sight of God.
[versi Amplified Bible]
Yang menarik di sini adalah Paulus > 1000 tahun kemudian menulis “Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda. Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah.”
Naomi adalah janda yang benar-benar hidup seorang diri tanpa Elimelekh (suami), Mahlon (anak) dan Kilyon (anak) yang semuanya meninggal, serta akhirnya Orpa (salah satu menantu) pun pergi. Dan Rut memilih sebagai anak (menantu) untuk
berbakti dan membalas budi kepada orang tua-nya (mertua). Ingatlah bagaimana Rut memilih mengikut Naomi meskipun kelihatannya tidak ada keuntungan yang bisa didapat jika tinggal bersama Naomi, bagaimana Rut memilih tanggungjawab untuk pergi ke ladang guna memungut bulir-bulir jelai sisa di belakang para pekerja di ladang bagi kebutuhan Rut dan Naomi. Dan apa yang dilakukan oleh Rut kepada Naomi itu dikatakan Paulus sebagai berkenan kepada Allah.

Recent Comments