Pages

Hana

Cuplikan Kehidupan Hana

1 Samuel 1:9. Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, 1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.” 1:12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; 1:13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk. 1:14 Lalu kata Eli kepadanya: “Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu.” 1:15 Tetapi Hana menjawab: “Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. 1:16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama.” 1:17 Jawab Eli: “Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya.” 1:18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: “Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu.” Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.

Teladan Hana bagi Samuel

1.    Mempercayai Tuhan

•    Hana tetap kuat dalam masa sulit
Hana memiliki kesulitan yang membuat hatinya pedih dan menangis tersedu-sedu, tapi Hana memutuskan untuk tetap tegar dan menaruh pengharapannya hanya kepada Tuhan.

1 Samuel 1:5 Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.

•    Hana terus berdoa
Hana terus berdoa untuk kandungannya yang tertutup.

Sumber utama dalam pertandingan hidup : Firman Tuhan dan Doa. Keinginan kita untuk menjadi juara dalam panggilan hidup, besar atau kecil, sangat tergantung pada serela apa Anda berDOA untuk menerima keberhasilan itu (Timotius Adi Tan, Decision)

•    Hana tidak mengandalkan kekuatan dan jalan pikiran manusia
Hana tidak melakukan hal yang dilakukan Rahel (dengan Bilha) ataupun Sara (dengan Hagar). Di masa itu biasanya seorang istri yang mandul akan memberikan hambanya untuk melahirkan anak baginya. Sara harus mendapatkan Ismael sebagai akibat jalan pikirannya sendiri.

Yeremia 17:7-8 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

2.    Mengasihi Tuhan

•    Hana mengasihi Tuhan lebih dari mengasihi Samuel
Hana menepati nazarnya untuk menyerahkan Samuel kepada Tuhan seumur hidupnya. Hana tidak mengasihi berkat dan janji Tuhan melebihi sumbernya, yaitu Allah sendiri.

1 Samuel 1:27-28 Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN.” Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.

•    Hana mendapatkan upah dalam kesetiannya

Hana mendapatkan lagi 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Apa yang dilakukan Hana adalah indah di mata Tuhan, Tuhan melihat kesetiaan dan kasihnya sehingga melimpahkan berkat-berkat.

1 Samuel 2:21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.

3.    Mengasihi Samuel

•    Hana mengasihi Samuel

Hana mengasihi Samuel dengan membuatkan jubah kecil setiap tahun. Hana mengajarkan tentang kasih yang sangat berguna bagi Samuel untuk mengasihi bangsa Israel saat memerintah menjadi hakim.

1 Samuel 2:19 Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan.

Dampak Teladan Hana dalam Hidup Samuel

1.    Samuel bertumbuh dengan karakter yang baik

Samuel bertumbuh besar dan disukai baik di hadapan Tuhan dan di hadapan manusia.

1 Samuel 2:26 Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.

2.    Samuel hidup dengan integritas di hadapan Tuhan dan manusia

Semasa hidupnya, Samuel dipercaya sebagai nabi Tuhan serta menjadi imam dan hakim bagi bangsa Israel.

1 Samuel 12:3-4 Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu.” Jawab mereka: “Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun.”

3.    Samuel mengasihi bangsa Israel

Samuel mengasihi bangsa Israel bahkan ketika bangsa Israel melakukan hal yang jahat di mata Tuhan dengan meminta seorang raja.

1 Samuel 12:23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus.

Renungan

1.    Perhatikan 1 Samuel 8:1-3 berikut :

1 Samuel 8:1-3 Setelah Samuel menjadi tua, diangkatnyalah anak-anaknya laki-laki menjadi hakim atas orang Israel. Nama anaknya yang sulung ialah Yoel, dan nama anaknya yang kedua ialah Abia; keduanya menjadi hakim di Bersyeba. Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.

Mengapa anak-anak Samuel tidak hidup seperti ayahnya ? Apakah Samuel tidak berhasil jadi teladan, atau justru anak-anaknya yang memutuskan untuk tidak meneladani orang tuanya ?

2.    Perhatikan 1 Samuel 3:13-14 berikut :

1 Samuel 3:13-14 Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka! Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya.”

Imam Eli tidak menjadi teladan yang baik bagi kedua anaknya Hofni dan Pinehas (1 Samuel 2:29). Kedua anak Eli adalah orang dursila yang tidak mengindahkan Tuhan ataupun batas hak para imam (1 Samuel 12:12-13), mereka juga tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan (1 Samuel 12:22). Apakah yang dapat kita pelajari dari kesalahan Imam Eli ?

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>