Pages

Rela Berdoa

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:7)


Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita, dengan kerelaan hati dan bukan dengan sedih hati atau karena paksaan. Rela artinya bersedia dengan ikhlas hati, dapat diterima dengan senang hati, tidak mengharap imbalan dan dengan kehendak/kemauan sendiri.
Dalam 2 Korintus 9 : 7 Paulus menasihatkan mengenai pemberian secara materi dari jemaat Korintus untuk saudara-saudara di Yerusalem. Orang-orang yang rela menabur secara materi kepada saudara-saudara yang membutuhkan, akan menuai sesuai kerelaannya dalam menabur. Akan tetapi kerelaan hati tidak hanya dibutuhkan saat kita memberi secara materi, tapi juga saat kita berdoa. Tuhan tidak menginginkan kita berdoa dengan sedih hati karena berbagai motivasi yang terpaksa, misalnya “sudah terlanjur ditugaskan”, “sudah menjadi kewajiban”, “apa kata orang kalau saya tidak ikut doa ?” atau takut tidak diberkati kalau tidak berdoa. Kalau berdoa hanya sekedar karena hukum dan aturan, akhirnya kegiatan doa akan menjadi acara agamawi yang membebani. Justru sebaliknya berdoa adalah kegiatan yang seharusnya tidak membebani, tapi satu sukacita karena dengan doa kita bisa memuaskan kerinduan kita kepada Tuhan.

Sebagai seorang pegawai saya sangat terganggu jika ada seorang rekan kerja yang bekerja dengan sungut-sungut, apalagi atasan saya pasti lebih tidak senang dengan karyawan yang bekerja dengan setengah hati. Saya, dan saya yakin kita semua, pasti juga tidak senang jika ada teman yang memberikan hadiah kepada kita tapi dengan setengah hati, tanpa keikhlasan dan pada akhirnya hanya mengharapkan imbalan. Begitu juga Tuhan kita, Tuhan tidak menghendaki kita menjadi pemberi yang bersungut-sungut, dengan sedih dan dengan paksaan. Atau dalam kata lain, kita sedang memberikan kepada Tuhan sesuatu yang sebenarnya kita tidak mau lakukan atau berikan bagi Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kita berdoa tapi sebenarnya hati kita tidak mau berdoa. Tuhan menginginkan doa yang ikhlas, dengan senang hati, tidak mengharap imbalan dan dengan kehendak kita sendiri.

Saya yakin Tuhan Yesus tidak gila hormat, Tuhan juga tidak bertambah kaya kalau kita berdoa berjam-jam, tidak tambah miskin kalau kita tidak berdoa. Tapi yang saya yakini, Tuhan senang melihat anak-anakNya yang suka dan rela berdoa karena mengasihi Tuhan. Saat datang kepada Tuhan dalam doa, jangan datang karena berkat-berkatNya, tapi datang kepada Tuhan karena pribadiNya yang kita rindukan. Memang dalam doa kita juga menyertakan berbagai permohonan, tapi saya memiliki pengertian bahwa sebenarnya Tuhan sudah mengerti segala kebutuhan kita tanpa perlu kita ucapkan, bahkan Tuhan sebagai pencipta jauh lebih mengerti yang terbaik bagi saya sebagai ciptaanNya. Tapi memohon berkat dalam doa tetap penting, supaya iman kita bekerja dan kita menyadari ketergantungan kita secara penuh kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan.

Berdoa harus dilakukan dengan hati yang rela, namun bukan berarti hal ini menjadi alasan bahwa kita tidak perlu berdoa saat daging kita tidak mendukung, atau bahasa gaulnya “sedang tidak mood”. Justru sebaliknya kita harus mendisiplinkan diri kita karena kita memang mau didisiplin, bukan karena suatu keharusan dan paksaan. Disiplin diri tetap sangat dibutuhkan untuk dapat secara konsisten berdoa dalam segala keadaan. Apa yang saya alami sendiri, memang seringkali perasaan saya malas dan enggan, sehingga tidak selalu mendorong saya untuk terus berdoa. Seringkali untuk datang di doa pagi di Pasir Koja 39, saya perlu perjuangan ekstra. Saat masih kos di Kebon Manggu memang doa pagi lebih mudah karena dekat, tapi setelah pindah lebih jauh ke Taman Kopo Indah butuh perjuangan lebih untuk tetap bisa doa pagi. Puji Tuhan sampai sekarang saya masih belajar mendisiplin diri untuk doa pagi di Pasir Koja 39 satu minggu sekali. Di rumah saya juga belajar mendisiplin diri untuk terus mengadakan mezbah keluarga setiap hari. Kita semua perlu mendisiplin diri agar dapat senantiasa berdoa dengan rela dalam segala keadaan, tanpa tergantung pada perasaan atau mood yang seringkali tidak stabil. Amin.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>